Pemilu 2024 merupakan momentum penting dalam menentukan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Dengan mayoritas pemilih dari Generasi Z, pemilu kali ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi partai politik dan kandidat untuk menyesuaikan strategi kampanye mereka. Gen-Z, yang dikenal sebagai “digital natives,” tidak hanya menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai medium kampanye politik (Ardiansyah, 2024).
Selain itu, Generasi Z (kelahiran 1997–2012) mendominasi daftar pemilih Pemilu 2024, mencerminkan perubahan demografi pemilih yang signifikan. Karakteristik mereka sebagai generasi yang melek teknologi menciptakan pola perilaku pemilih yang unik, terutama melalui penggunaan media sosial sebagai sumber informasi politik. Pemilu ini juga bertepatan dengan momentum persiapan Indonesia Emas 2025, yang berfokus pada pembangunan manusia, teknologi, dan ekonomi. Dengan demikian, penting untuk memahami bagaimana preferensi politik Generasi Z berkontribusi terhadap tujuan nasional ini.
Perkembangan zaman saat ini, membawa kita pada era digital, media sosial itu sendiri merupankan hal yang tidak dapat terpisahkan dengan semua kalangan khususnya generasi Z. Media sosial dengan generasi Z memiliki hubungan yang sangat erat, hal tersebut dikarenakan mayoritas anak muda menghabiskan waktu 8-15 jam hanya untuk bermain media sosial dalam setiap harinya. Media sosial yang digunakan gen-Z seperti Facebook, Whatsapp, Youtube, Tiktok, Twitter dan Instagram. Salah satu tempat untuk mempelajari tentang pendidikan politik yaitu Media sosial, media sosial yang dapat menjadi sarana sebagai pendidikan politik jika digunakan dengan baik, seperti membuat jurnal tentang politik, konten yang mengenalkan tokoh-tokoh politik atau segala sesuatu yang berkaitan dengan politik agar bisa dikenali oleh generasi Z (Nadia, D., 2023).
Generasi Z memiliki potensi besar dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui partisipasi politik yang berbasis literasi digital. Gen-Z memiliki peran strategis dalam mendorong kebijakan pro-inovasi dan keberlanjutan yang selaras dengan visi pembangunan jangka panjang. Tingginya tingkat partisipasi politik gen-Z berpotensi meningkatkan legitimasi pemimpin terpilih, sehingga mempercepat implementasi kebijakan yang relevan. Preferensi mereka terhadap calon yang memprioritaskan pendidikan, teknologi, dan lingkungan selaras dengan tujuan Indonesia Emas (Aziz & Ningrum, 2023)
Menurut Hasil penelitian, menunjukkan bahwa adaptasi terhadap karakteristik Gen-Z adalah kunci dalam memenangkan suara mereka. Kandidat yang aktif di media sosial dan mampu memanfaatkan narasi berbasis data serta isu-isu terkini memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian.
Selain itu, pemilu yang melibatkan generasi muda ini memberikan peluang untuk mengarahkan Indonesia pada jalur pembangunan yang lebih inovatif dan inklusif, yang merupakan inti dari Visi Indonesia Emas 2045. (Kusumawardani, V., 2023)
Selain itu ada pembahsan lebih lanjut mnegenai analisis voting behavior gen-z pada pemilu 2024 serta pengaruhnya pada visi indonesia emas 2025 yaitu:
Generasi Z (gen-z), memiliki karakteristik unik yang memengaruhi perilaku memilih mereka. Gen-Z di kenal sebagai generasi digital yang sangat terpapar informasi melalui media sosial. Dalam konteks pemilu 2024, beberapa karakteristik utama yang memengaruhi pilihan merea yaitu, Kesadaran sosial dan lingkungan, gen-Z cenderung lebih peduli pada isu-isu global, seperti perubahan iklim, keadilan sosial, dan kesetaraan. Kepercayaan pada figur pemimpin muda dan inovatif, pengaruh media sosial. Gen-z cenderung lebih memihak kandidat atau partai politik yang mendukung agenda – agenda keberlanjutan, inovasi digital, dan reformasi pendidikan.( Setiawan, H. D.,2024)
Menurut Fitriyani (2024) perilaku memilih gen-z sangat di pengaruhi oleh tiga faktor yaitu:
Visi indonesia emas 2025 bertujuan menjadikan indonesia sebagai negara maju yang sejahtera dan bardaya saing tinggi (Sukmana,N., 2024). Dalam konteks pemilu 2024, preferensi politik Gen-Z memiliki dampak yang signifikan terhadap pencapaian visi tersebut diantaranya :
Tantangan yaitu, tingginya paparan media berita palsu dan disinformasi di media sosial dapat mempengaruhi persepsi gen-z. Rendahnya pengalaman politik dapat membuat sebagian besargen-z rentan terhadap manipulasi narasi.
Sedangkan peluangnya yaitu, gen-z memiliki potensi besar sebagai pemimpin masa depan yang membawa ide-ide segar untuk pembangunan nasional, kampanye dgital yang edukatif dapat mengoptimalkan potensi mereka sebagai penggerak perubahan(Ahmad, A., 2020)
Penulis: Moh Azhar Laindjong, RukiyaPakaya, Rizky Rizaldi, Murhimah. A. Kau
Penerbit: Bercak.id








