Bercak.Id.Pohuwato– Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang perempuan di sebuah salon kecantikan di Kabupaten Pohuwato.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Duda Yr dan disebut terjadi pada Jumat malam di Salon Nolas. Dalam unggahannya, ia membeberkan kronologi peristiwa yang melibatkan dua karyawan salon, seorang pria yang diduga sebagai pelaku dan seorang perempuan sebagai korban.
Menurut keterangan yang dituliskan Duda Yr, peristiwa bermula dari persoalan selisih harga jasa pewarnaan rambut. Harga awal yang disepakati sebesar Rp250 ribu, namun kemudian diturunkan menjadi Rp200 ribu kepada konsumen. Selisih Rp50 ribu itu memicu pertengkaran antara korban dan pelaku.
“kejadian tadi malam di salon nolas. Cuma karena gara gara bakase harga di bawah pa konsumen yang b cat warna rambut dari 250 ka 200, dapa twvr dari si pelaku, korban bilang nanti dia somo bayar yang 50 ribu itu, terus pelaku so marah marah so ba maki-maki pa ini korban ati, korban tidak Terima dapa makian yang so samua makian yang dia dapa, baru ini pelaku so main tangan, ba tampeleng denk ba lempar mana ini cewe ati depe badan kacili sekali, Tulisnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa korban telah melapor ke pihak kepolisian. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
Reaksi Keras Netizen
Unggahan tersebut memicu reaksi luas dari warganet. Salah satu komentar datang dari Frangki Liputo, yang mengungkapkan pengalaman buruknya saat melapor ke kepolisian.
“So bagitu skrg.dulu saja ana ada ba lapor di Polda kasus pengancaman.nanti so lama baru itu drng telpon ana katanya ana pe laporan baru maso pa drng.doh kasiang.bae le ana NDA cilaka dari ana lalu ada orang ancam mo bage
Serta drng so proses ana pe laporan,eh malah di persulit.akhirnya ana so tidak datang2 lagi ka polda.sekalian ana pe nomor so tidak Kase aktif lagi supaya so nda mo dapa telpon lagi dari pihak penyidik di Polda.dari ana pikir so nda guna.so lama baru itu dapa panggilan.jadi so malas skrng mo ba lapor klo ada masalah.mending baku pata klo pata saja, ”tulisnya.
Komentar lain datang dari Femy Tahir, yang mengecam keras tindakan pelaku.
“Kl b kita…tdk mau damai…So saki kong modamai,para cuma doi 50 ribu kong mobakasar akan.kong sama sama makan gaji kou, Kira kira kl so owner tan dia smo beken sama dgn binat*ng kasiang manusia d sei p dia, ” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya untuk menghubungi pihak kepolisian maupun manajemen Salon Nolas memberikan keterangan resmi terkait kebenaran kasus tersebut.








