Tiga Mahasiswa UNG Meninggal Terseret Arus di Dunggilata, TNI AL Turun Tangan

Rabu, 16 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi mahasiswa yang terseret air sungai di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (16/4/2025).

Proses evakuasi mahasiswa yang terseret air sungai di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (16/4/2025).

BERCAK.ID– Peristiwa tragis menimpa sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Selasa (15/4/2025). Sebanyak 10 mahasiswa terseret arus sungai saat kembali dari kegiatan pemetaan.

Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WITA ketika para mahasiswa Teknik Geologi UNG ini menyeberangi sungai dalam perjalanan pulang dari pegunungan desa tersebut.

Tanpa mereka sadari, debit air sungai tiba-tiba meningkat akibat luapan dari hulu, hampir menyeret seluruh rombongan.

Menanggapi laporan tersebut, Pangkalan TNI AL (Lanal) Gorontalo segera bergerak cepat. Bersama unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, dan masyarakat setempat, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dan penyisiran sepanjang aliran sungai.

Sekitar pukul 01.45 WITA, tim gabungan berhasil menemukan seluruh korban, tujuh orang dalam kondisi selamat termasuk dua luka-luka.

Sementara tiga lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia melalui proses evakuasi berlangsung intens hingga Rabu pagi (16/4/2025).

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Posko SAR untuk mendapatkan penanganan medis oleh tim kesehatan.

Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Laut Martha Novalianto, S.H., M.Tr.Opsla, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan proses evakuasi.

“Alhamdulillah para korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan. Kegiatan ini merupakan tugas kita bersama dan wujud kehadiran serta kesiapan Pangkalan TNI AL Gorontalo dalam merespons situasi darurat, baik bencana alam seperti gempa dan banjir, maupun kecelakaan yang memerlukan operasi pencarian dan pertolongan,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi alam, khususnya saat berkegiatan di wilayah rawan seperti daerah aliran sungai dan pegunungan.

 

Berita Terkait

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan
Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!
PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat
Judi Berkedok Ketangkasan Diduga Beroperasi di Hoya-Hoya Boalemo
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:10

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:48

Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:40

2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI

Berita Terbaru