BERCAK.ID, Pohuwato – Seorang penambang emas asal Dusun Tanjung Panjang, Desa Bulili, Yamin Pakaya (57) mengalami kecelakaan kerja di kawasan pertambangan ilegal di Desa Ilota, Kecamatan Marisa, Senin (20/11/2023) sekitar Pukul 10.00 WITA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Awak media, melalui Kakak Korban, Yasmin mengatakan terkait alasan adiknya pergi menambang di Blok Alamotu yang berada di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato, karena ingin mengganti sepeda motor bututnya.
“Dia selalu ucap kepada saya ingin mengganti motornya dia, sehinngga di nekat untuk pergi menambang,” tandasnya
Bahkan lanjut Yasmin karena keseriusannya, dirinya rela membuka celengan yang telah dia tabung selama 3 tahun.
“Dia membuka celengannya yang telah dia tabung dan langsung membeli peralatan tambang, 2 buah linggis, 1 buah martel dan sepasang sepatu dan tas,” ujarnya kepada tribungorontalo (21/11/2023)
Setelah membeli, sambil tersenyum, Yamin selalu memamerkan tasnya dan peralatannya kepada kakaknya dan keluargaanya bahwa dia siap untuk pergi menambang.
“Dia tersenyum dan mengangkat sepatu dan tasnya kepada kami dan menggunakan bahasa isyarat kalau dia senang akan pergi menambang dan ketika dapat emas akan segera mengganti motornya,” tegasnya.
Sementara itu diceritakan pula, Yamin pergi menambang bersama 7 keponakannya untuk kali pertama, karena sebelumnya dirinya berprofesi sebagai pemangku adat acara-acara keagamaan di Kabupaten Pohuwato.
“Baru pertama kali menambang adik saya itu, tetapi nahas di tambang yang pertama kali di injaknya itu disitulah akhir dari hidupnya,” isaknya dengan penuh tangis.
Sebelumnya dijelaskan juga oleh Yasmin, setelah sampai di lokasi tambang olowatu, 7 keponakannya sempat melarang Yamin untuk turun duluan, karena saat itu selepas hujan dan tanah dalam kondisi basah.
“Sempat 7 keponakannnya mengajaknya untuk makan dulu, tetapi dia urung melakukannya, malah dia memberkan isyarat untuk turun duluan karena semangatnya untuk mengganti motor bututnya,” ucapnya.
Yasmin hanya berpesan kalau terjadi apa-apa kepada dirinya kepalanya langsung ditarik dari lubang.
“Karena adik saya itu tidak bisa mendengar dan berbicara dirinya hanya berpesan untuk menarik kepalanya kalau terjadi apa-apa ketika dia sudah masuk lubang, tetapi tak lama kemudian tanah longsor dan menimpa adik saya dan 7 keponakannya tidak sempat menolongnya,” tuturnya.
Usai kejadian, Korban Yamin Pakaya langsung di larikan kerumah sakit RSUD Panua dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa
Diketahui, setelah dilakukan identifikasi oleh pihak Polres Pohuwato di RSUD, mayat korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk kebumikan di kediamannya.
(PIKO)








