Resah Dengan PETI, Warga Botubilotahu Segera Lapor ke DPRD Pohuwato

Minggu, 25 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato yang resah dengan aktivitas PETI, dan bersepakat akan mengadu langsung ke DPRD Pohuwato. (Foto: Istimewa)

Sejumlah warga Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato yang resah dengan aktivitas PETI, dan bersepakat akan mengadu langsung ke DPRD Pohuwato. (Foto: Istimewa)

BERCAK.ID – Wilayah pertanian warga Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato perlahan mulai resah dengan adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Alhasil, warga akan segera mengadu ke DPRD Pohuwato.

Aktivitas ilegal itu perlahan mengancam, dan memberikan dampak negatif terhadap aktivitas warga sekitar PETI.

Tambang ilegal di sekitar wilayah ini bukan kali pertama mencuat dalam kabar publik, mengingat baru-baru ini aktivitas ilegal itu nyaris memakan korban.

“Bukan kali pertama, tapi hingga saat ini pemerintah desa belum berikan perhatian terkait musibah yang dialami warga akibat adanya PETI yang menggunakan eskavator,” ucap salah seorang warga setempat, Minggu (25/5/2025).

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya ini terus memberikan informasi. Katanya, dari sejumlah keresahan warga ini, mereka telah bersepakat untuk membawa hal ini ke Kantor DPRD Pohuwato.

Keputusan itu lahir atas dasar penilaian warga terhadap pemerintah desa hingga kecamatan yang dinilai lalai, dan terkesan membiarkan aktivitas itu.

Padahal, menurut pengakuannya, ada sekitar empat unit eskavator yang terus mengerus kekayaan Bumi Panua di wilayah itu, tanpa izin dan tanpa tersentuh hukum.

Parahnya, aktivitas ilegal di sekitar Hulude Bulahu mengakibatkan sejumlah warga yang berprofesi sebagai petani, terpaksa harus gagal panen pada tanaman jagung warga.

Mereka berharap, ada peringatan, bahkan tindakan tegas oleh pemerintah dan Aparat Penegak Hukum terkait aktivitas ilegal itu yang telah banyak membawa dampak buruk dan ancaman terhadap lingkungan hingga keselamatan warga.

“Silahkan menambang yang penting jangan dengan alat berat jenis eskavator. Beraktifitaslah secara tradisional.” ungkap sejumlah warga kepada awak media.

Berita Terkait

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan
Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!
PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat
Judi Berkedok Ketangkasan Diduga Beroperasi di Hoya-Hoya Boalemo
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:10

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:48

Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:40

2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI

Berita Terbaru