Relokasi Lahan Manggrove Beralih Jadi Tambak, Faisal Bangi : Sudah Saya Ingatkan

Kamis, 25 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERCAK.ID, Pohuwato – Ancaman kerusakan hutan mangrove di Gorontalo masih menjadi perhatian tersendiri. terlebih lagi hutan mangrove yang ada di wilayah Kabupaten Pohuwato.

Pasalnya, dalam kurun waktu 2 tahun, sejak tahun 2022, ada sekitar 14 relokasi lahan mangrove yang telah diubah menjadi lahan tambak.

Padahal secara ekologis, hutan mangrove memiliki banyak fungsi utama menjamin habitat dari flora dan fauna yang ada di hutan itu.

Di antaranya, hutan mangrove menjadi daerah pemijahan (spawning ground), daerah mencari makan (feeding ground), serta daerah asuhan (nursery ground) bagi biota laut.

Seperti yang tercantum dalam SK Menhut no 325/Menhut-II/2010 tentang penunjukan kawasan hutan di Provinsi Gorontalo, Pohuwato memiliki kawasan hutan terluas yakni 473.273 hektar.

Hutan itu terdiri dari hutan lindung, hutan produksi terbatas, hutan SA, hutan produksi tetap, hutan produksi yang dapat dikonversi dan areal penggunaan lain. Dari jumlah tersebut, luas kawasan hutan mangrove sekitar 15.600 hektare.

Namun data dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Kabupaten Pohuwato, terdapat 8.233 hektare hutan mangrove di daerah tersebut berubah fungsi menjadi tambak.

Jumlah itu tersebar di Kecamatan Paguat 158 hektare, Kecamatan Marisa 198 hektare, Duhiadaa 978 hektare, Patilanggio 336 hektare, Randangan 2.403 hektare, Wonggarasi 2.473 hektare, Lemito 500 hektare, Popayato Timur 0,32 hektare, Popayato 673 hektare, dan Popayato Barat 507 hektare.

Faisal Bangi (29), Salah satu penjaga mangrove di Desa Palopo, mengatakan, selama ini sudah berbagai upaya dilakukan olehnya kepada para penambak untuk tidak mengambil atau membabat mangrove di Kawasan Pesisir Pantai Marisa.

“Ketika mereka datang pasti saya temui mereka. Disitu saya peringatkan untuk tidak melakukan alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak ikan,” tandasnya.

Bahkan dirinya sudah memperingatkan ancaman yang akan terjadi ke depan jika pembabatan terus dilakukan tanpa henti.

“Untuk generasi saya mungkin belum terlalu merasakan efeknya, tetapi bagaimana dengan generasi ke depan,” jelasnya

Harapannya ungkap Faisal pembabatan hutan mangrove tidak lagi menjadi aktivitas yang berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato.

“Kita saya daerah ini, Kabupaten Pohuwato. Tetapi jika ini dirusak, maka sama halnya kita merusak daerah kita. Karena Identitas Pohuwato berada di Mangrove ini,” tutupnya.

(PIKO)

Berita Terkait

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman
Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato
Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan
Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!
PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:43

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:39

Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:10

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Berita Terbaru