Mangrove Mati, Lumpur Menguasai Pohon Cinta, Siapa Peduli?

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bercak.id,Pohuwato – Keluhan masyarakat Desa Pohuwato timur, kecamatan marisa, kabupaten Pohuwato, kembali mengemuka terkait dugaan dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan di wilayah Kabupaten Pohuwato.

Upik, salah satu warga yang tinggal di kawasan Pohon Cinta, dengan tegas menyuarakan keresahan akibat aliran lumpur dari Sungai yang diduga dari Tambang Bulangita yang menggenangi area mangrove.

Menurutnya, aliran air pembuangan dari kegiatan tambang tersebut tidak langsung menuju laut. Sebaliknya, endapan lumpur justru menumpuk di kawasan mangrove hingga membuat tanaman pelindung pesisir itu mati satu per satu.

“Dia punya air pembuangan itu di Pohon Cinta, terus tidak langsung ke laut. Dia cuma menggenangi di mangrove-mangrove yang ada di Pohon Cinta. Sementara mangrove so jaga mati, baru itu lumpur s jaga nae,” ujar Upik.

Ia menegaskan bahwa kondisi yang terjadi bukan sekadar naiknya air seperti dalih sebagian pihak, melainkan akumulasi lumpur berbahaya yang tinggal dan terus merusak lingkungan.

“Itu kalau dorang bilang air nae padahal tidak. Biar air turun, itu lumpur tetap ada,” tegasnya.

Upik mendesak pemerintah agar tidak tinggal diam dan segera turun langsung melakukan pengecekan serta penindakan nyata sebelum kerusakan semakin parah.

“Saya berharap pemerintah bisa turun langsung melihat keberadaan lumpur yang ada di Pohon Cinta. Ini sudah merusak lingkungan, pemerintah harus ambil sikap supaya ke depan tidak jadi masalah lagi,” tuturnya.

Ia juga khawatir jika curah hujan tinggi, kawasan pemukiman akan tergenang dan berdampak buruk bagi warga sekitar.

“Yang kita takut kalau hujan lebat, pasti tergenang torang di sini,” katanya menutup pernyataan.

Hingha berita ini di terbitkan awak media masih berupaya mengkonfirmasi pemerintah Desa setempat untuk di mintai tanggapan.

 

Berita Terkait

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman
Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato
Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan
Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!
PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:43

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:39

Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:10

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Berita Terbaru