BERCAK.ID – Konten Facebook ala Bupati Gorontalo Utara (Gorut) Thariq Modanggu bertajuk Bupati Melapor menuai sorotan publik. Sejumlah pihak, termasuk MSR, mengkritisi gaya komunikasi tersebut yang dianggap berbeda dari biasanya.21 Juli 2025
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Bupati Gorut, Bais Kakilo, memberikan klarifikasi dan apresiasi atas perhatian masyarakat terhadap konten tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian masyarakat, khususnya saudara MSR. Kami memahami bahwa konten ‘Bupati Melapor’ bisa menimbulkan beragam penafsiran di ruang publik,” ujar Bais dalam keterangan tertulis,
Menurut Bais, kritik adalah bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang, selama tidak melanggar norma hukum.
Namun ia menegaskan, konten Bupati Melapor sejatinya bukan sekadar tayangan pencitraan.
Bukan Pencitraan, Tapi Transparansi Publik
Bais menjelaskan bahwa Bupati Melapor merupakan bentuk keterbukaan informasi dan akuntabilitas pemerintahan. Konten ini dirancang sebagai sarana komunikasi dua arah antara pemerintah dan rakyat.
“Konten ini menyampaikan capaian pembangunan, progres program kerja, serta berbagai upaya pelayanan publik yang telah dan sedang dilakukan. Tujuannya adalah agar masyarakat mendapatkan informasi akurat, komprehensif, dan berimbang, jelasnya.
Menurut Bais, jika konten itu hanya dilihat dari sudut pandang negatif, akan dianggap sekadar pencitraan. Namun sebenarnya, ada multi efek positif yang dirasakan, termasuk dorongan perbaikan kinerja birokrasi dan pelayanan publik.
“Publik bisa membaca kebijakan populis yang sudah dilakukan, meski baru sebulan Pak Bupati dan Wakil Bupati dilantik. Ini juga mendorong birokrasi bekerja lebih efektif,” tambahnya.
Komitmen Tingkatkan Komunikasi Publik
Bais menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorut tetap berkomitmen meningkatkan kualitas komunikasi publik demi memperkuat kepercayaan masyarakat.
“Lewat tayangan seperti ini, masyarakat bisa melihat langsung bagaimana kepemimpinan Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjana H Yusuf bekerja nyata, bukan hanya sekadar kata-kata,” tegas Bais.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya sinergi antara kepemimpinan yang terbuka dan partisipasi aktif masyarakat.
“Yang melapor saja masih dikritik pedas, apalagi yang hanya diam tanpa publik tahu apa yang sedang dikerjakan. Kami tetap optimis, konten ini akan membawa Gorut ke arah lebih baik dan lebih bercahaya,”pungkasnya.








