Kapolda Gorontalo Tak Becus berantas PETI, Mafia Tambang Pohuwato Masih Merajalela, AMM: Lebih Baik Mundur!

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bercak.id, Pohuwato – Kerusakan lingkungan di kawasan hutan Pohuwato kian parah akibat aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI). Namun penertiban yang dilakukan Kapolda Gorontalo dinilai setengah hati dan penuh tebang pilih.

Koordinator Aliansi Masyarakat Melawan (AMM), Syahril Razak, pada Sabtu (13/09/2025), menuding keras Kapolda Gorontalo gagal total menertibkan tambang ilegal yang merusak lingkungan secara masif.

“Kapolda pilih kasih. Kalau mau tertibkan, harusnya menyeluruh, bukan cuma beberapa titik saja. Pohuwato dari Popayato, Marisa, Dengilo, Balayo, sampai wilayah lain masih penuh aktivitas tambang ilegal,” tegas Syahril.

Polisi Dinilai Tak Becus, Mafia Tambang Masih Bebas

AMM menilai aparat kepolisian justru membiarkan mafia PETI berkeliaran. Padahal, dengan jumlah personel yang besar, seharusnya Polda Gorontalo mampu menutup seluruh lokasi tambang ilegal di provinsi ini.

Syahril bahkan menantang Kapolda untuk segera turun langsung ke Pohuwato, terutama di wilayah Popayato Cs, yang kerusakan lingkungannya sudah fatal.

“Kalau Kapolda serius, mestinya sekarang tidak ada lagi tambang ilegal. Nyatanya, lapangan masih penuh mafia tambang. Kalau hanya tebang pilih, lebih baik Kapolda mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Dugaan Oknum Polisi Terlibat PETI

Lebih jauh, AMM menduga adanya keterlibatan oknum pejabat utama (PJU) Polda Gorontalo dan Polres Pohuwato dalam jaringan pertambangan ilegal.

“Kalau anggota bekerja atas perintah pimpinan, berarti kami patut curiga ada oknum perwira ikut bermain. Ini penyakit serius yang bisa mematikan institusi Polri kalau dibiarkan,” ucap Syahril.

Ancaman Bagi Kehidupan dan Nama Baik Polri

AMM mengingatkan, kerusakan lingkungan akibat PETI adalah ancaman langsung bagi keberlangsungan hidup masyarakat Pohuwato. Karena itu, Syahril menuntut Kapolda Gorontalo segera membersihkan aparat yang terlibat dalam perusakan hutan dan lingkungan.

“Kapolda harus tegas, bersihkan oknum polisi yang ikut jadi beking tambang. Kalau tidak, nama baik Polri akan hancur,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan
Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!
PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat
Pesan Sabu dari Makassar via Instagram, Dua Pria Diamankan di Pohuwato
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:10

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:59

KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:48

Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa

Berita Terbaru