Jual Pertalite Rp35 Ribu, Siap-Siap Disidak! Perindakop Pohuwato: Kalau Ditemukan, Kami Sita

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bercak.Id, POHUWATO – Harga Pertalite yang disebut-sebut tembus hingga Rp35 ribu per liter di tengah masyarakat Kabupaten Pohuwato mulai mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindakop) Kabupaten Pohuwato, Ibrahim Kiraman, menegaskan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek laporan masyarakat terkait dugaan penjualan Pertalite dengan harga di luar kewajaran.

“Persoalan Pertalite yang tembus Rp35 ribu nanti akan kita sidak. Kita cek langsung di lapangan, penyampaian dari masyarakat,” tegas Ibrahim.

Menurutnya, pihaknya sebelumnya telah melakukan pengecekan ke sejumlah pangkalan yang mendapat laporan dari masyarakat. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan dari kondisi pasokan BBM yang sempat mengalami keterlambatan.

Ibrahim mengingatkan para penjual agar tidak memanfaatkan situasi dengan menjual BBM bersubsidi jauh di atas harga yang sewajarnya.

“Untuk Pertalite yang dijual sudah melampaui batas kemampuan, itu kami sidak. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual Pertalite di atas harga dan mengambil keuntungan yang lebih besar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat bukan hanya sebagai penjual, tetapi juga merupakan pengguna BBM. Karena itu, menurutnya, keuntungan tetap harus berada dalam batas kewajaran.

“Ingat, masyarakat juga pengguna. Dalam keadaan seperti ini kami berharap jalanlah mengambil keuntungan sesuai dengan batas kewajaran,” katanya.

Di sisi lain, Ibrahim meminta masyarakat tidak panik menghadapi kondisi BBM yang sempat sulit ditemukan di sejumlah titik.

Ia menegaskan bahwa stok BBM untuk wilayah Kabupaten Pohuwato sebenarnya tersedia. Kondisi yang terjadi sebelumnya disebut lebih disebabkan adanya keterlambatan pasokan menuju SPBU.

“Masyarakat diimbau untuk tidak panik, karena ketersediaan BBM memang ada. Cuma kemarin itu ada keterlambatan pasokan masuk ke SPBU sehingga menimbulkan kepanikan,” jelasnya.

Pemerintah, kata Ibrahim, memastikan penyaluran BBM akan tetap berjalan, termasuk Pertalite dan Pertamax di SPBU yang berada di Kabupaten Pohuwato.

“Pemerintah menjamin lancar semua penyaluran, Pertalite, Pertamax di SPBU-SPBU,” katanya.

Ibrahim juga memastikan kuota BBM untuk SPBU di Kabupaten Pohuwato dalam kondisi normal dan telah tersedia.

“Untuk SPBU yang ada di Kabupaten Pohuwato, itu kuotanya normal. Kuotanya telah tersedia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila sebelumnya terdapat SPBU yang belum mendapatkan pasokan, kondisi tersebut disebabkan masih menunggu pengiriman dari kapal.

Namun, menurut Ibrahim, distribusi BBM kembali berjalan. Khusus wilayah Kecamatan Marisa, pasokan disebut telah disalurkan sebanyak 24 kiloliter (KL) pada hari ini dan sebelumnya juga telah dilakukan penyaluran.

“Kalau pun kemarin tidak sempat diisi, hanya menunggu pengiriman dari kapal. Tetapi itu sudah didistribusi. Khusus di Kecamatan Marisa itu sudah disalurkan hari ini 24 KL, kemarin juga disalur,” katanya.

Karena itu, Ibrahim menegaskan pemerintah tidak melihat kondisi tersebut sebagai kelangkaan BBM.

Ia justru menyoroti kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan situasi untuk memainkan harga.

“Jadi ini tidak ada kelangkaan. Pun kalau ada di depot, itu hanya permainan harga yang dilakukan oleh oknum dan itu kita sidak,” tegasnya.

Peringatan keras juga disampaikan kepada pihak yang masih nekat menjual Pertalite bersubsidi dengan harga yang tidak wajar.

Ibrahim mengatakan, apabila dalam sidak kembali ditemukan praktik tersebut, pemerintah tidak hanya akan melakukan teguran, tetapi juga dapat mengambil tindakan tegas hingga penyitaan BBM.

“Kalau masih ditemukan itu akan kita sita dan juga akan kita tindak tegas,” tegas Ibrahim.

Ia menilai praktik menjual Pertalite bersubsidi dengan harga yang tidak wajar sudah meresahkan masyarakat dan tidak boleh dibiarkan.

“Itu sudah meresahkan dan juga menjadi termasuk kejahatan karena sudah menjual Pertalite barang bersubsidi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman
Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato
Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan
Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!
PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:43

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:39

Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:10

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Berita Terbaru