BERCAK.ID – Dalam upaya mendukung pembangunan daerah berkelanjutan, IPB University menginisiasi kerjasama melalui program Data Desa Presisi (DDP) bersama Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas data desa yang akurat dan relevan guna mendukung perencanaan dan pembangunan yang lebih efektif sekaligus mematangkan penyusunan Data Desa Presisi Kabupaten PALI
Acara kerjasama ini digelar di ruang Senat Akademik IPB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Bupati Kabupaten Pali, Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM, Sekertaris Daerah, Kartika yanti S.H M.H, Kepala badan perencanaan pembangunan daerah, Kepala badan penelitian dan pengembangan daerah, Kepala dinas komunikasi informatika statistik dan persandian, Kepala dinas penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa, Kepala badan pendapatan daerah, Badan pengelola keuangan dan aset daerah, Kepala Dinas pekerjaan umum dan tata ruang, Kepala dinas perhubungan, Kepala dinas pendidikan, Kepala Bagian Unit layanan pengadaan, Kepala bagian protokol dan komunikasi serta camat se Kabupaten Pali.
Selain itu, hadir bersama dalam agenda tersebut Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB sekaligus penggagas DDP, Dr. Sofyan Sjaf, Wakil dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Megawati Simanjuntak, Wakil dekan bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan, Prof. Dodik Briawan serta Tim Laboratorium DDP FEMA IPB. Kamis, (18/07/2024).
Dalam sambutannya, Bupati Heri Amalindo mengungkapkan bahwa Kabupaten Pali merupakan daerah pemekaran yang dibentuk pada 22 April 2013, setelah sebelumnya masuk dalam wilayah Kabupaten Muara Enim.
“Selama dua tahun dijabat oleh Penjabat Bupati pada 2015 dan 2020 hingga sekarang, Kabupaten Pali masih banyak membutuhkan perkembangan dan percepatan minimal menyamai provinsi Sumatera Selatan,” ungkap Bupati Heri Amalindo.
Lebih lanjut, Bupati Heri Amalindo menyatakan harapannya agar program DDP ini segera dianggarkan sehingga seluruh desa di Kabupaten Pali dapat diintegrasikan melalui program tersebut. Ia menekankan pentingnya data yang akurat dalam proses pembangunan daerah.
“Data itu sangat dibutuhkan, terutama data-data kemiskinan yang saat ini perlu ditingkatkan keberhasilannya karena masih banyak yang salah sasaran,” jelasnya.
Bupati Heri Amalindo juga menambahkan bahwa dengan adanya kemajuan teknologi, data dapat dikumpulkan dengan baik dan benar.
Heri berharap kerjasama ini akan membawa dampak positif bagi pembangunan di Kabupaten Pali, sehingga daerah tersebut dapat berkembang sejajar dengan provinsi Sumatera Selatan.
(YAMOTO)








