Don Muzakir: TMI Pohuwato Harus Turun hingga Desa dan Kawal Aspirasi Petani

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bercak.Id, Pohuwato — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI), Don Muzakir, hadir langsung dalam pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031.

Kehadiran Don Muzakir menjadi bagian penting dalam momentum pelantikan kepengurusan baru TMI Pohuwato yang diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam menyerap, menyampaikan, serta mengawal aspirasi para petani di daerah.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menegaskan bahwa keberadaan TMI tidak semata-mata berbicara mengenai persoalan pertanian. Menurutnya, TMI memiliki tanggung jawab lebih luas, yakni mengawal berbagai program pemerintah sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah.

“TMI bukan masalah pertanian saja, tetapi apa yang menjadi program kita harus kita kawal. TMI merupakan organisasi yang digagas oleh para petani yang ada di Jawa,” ujar Don Muzakir.

Ia menjelaskan, kehadiran TMI tidak terlepas dari dinamika perjuangan masyarakat petani. Organisasi tersebut, kata dia, lahir untuk memperkuat posisi dan suara petani agar berbagai persoalan yang mereka hadapi dapat tersampaikan kepada pemerintah.

“Kenapa harus ada TMI? Karena TMI lahir dalam peperangan politik di Jawa Tengah. Tugas TMI adalah menjadi penyambung lidah antara petani dan pemerintah,” tegasnya.

Don Muzakir secara khusus meminta jajaran pengurus TMI Kabupaten Pohuwato yang baru dilantik agar tidak berhenti pada struktur organisasi di tingkat kabupaten.

Ia mendorong agar kepengurusan TMI segera diperluas hingga tingkat kecamatan bahkan desa. Menurutnya, penguatan organisasi di tingkat paling bawah sangat penting karena para petani berada langsung di desa.

“TMI yang baru dilantik saya harap dibentuk sampai ke desa. Kenapa sampai ke desa? Karena petani ada di desa. Tugas kita menampung aspirasi para petani,” katanya.

Dengan struktur yang kuat hingga tingkat desa, TMI diharapkan dapat mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari kebutuhan produksi, persoalan lahan, irigasi, hingga berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Don Muzakir juga mengingatkan pengurus TMI Pohuwato agar tidak menjadikan organisasi hanya sebagai tempat untuk menyampaikan pernyataan. Ia meminta seluruh pengurus membuktikan keberadaan organisasi melalui kerja nyata dan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah organisasi yang membantu pemerintah. TMI Pohuwato jangan banyak bicara, tetapi jalankan program,” tegas Don Muzakir.

Ia menekankan bahwa seluruh pengurus harus benar-benar serius menjalankan roda organisasi dan menjadikan TMI sebagai wadah perjuangan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Yang perlu saya tekankan, betul-betul berorganisasilah untuk memperjuangkan nasib orang banyak,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Don Muzakir mengajak seluruh jajaran TMI Pohuwato menjaga persatuan, membangun kebersamaan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

“Saling bersatu padu dalam membangun daerah ini agar lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir di Kabupaten Pohuwato.

Menurut Saipul, kehadiran Don Muzakir dalam pelantikan pengurus TMI Pohuwato menjadi kebanggaan tersendiri bagi para petani sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara organisasi petani dan pemerintah daerah.

“Kehadiran Don Muzakir di Kabupaten Pohuwato menjadi kebanggaan bagi para petani,” ujar Saipul.

Dalam kesempatan tersebut, Saipul juga menyampaikan sejumlah langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pohuwato, khususnya dalam menangani persoalan daerah aliran sungai (DAS) yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan keberlangsungan lahan pertanian.

Ia mengatakan, pemerintah daerah baru saja melakukan kerja sama melalui nota kesepahaman atau MoU terkait penanganan daerah aliran sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi.

“Langkah-langkah konkret yang kami lakukan, saya baru kerja sama MoU terkait penanganan daerah aliran sungai dalam rangka untuk memitigasi,” jelasnya.

Saipul menyebut, salah satu desain pekerjaan yang disiapkan berkaitan dengan penataan kembali alur sungai dengan lebar sekitar 30 meter. Lebar sungai tersebut nantinya akan dikembalikan pada kondisi sebelumnya.

“Desain pekerjaan lebar 30 meter. Lebar sungai akan dikembalikan ke posisi sebelumnya,” katanya.

Selain persoalan DAS, Pemerintah Kabupaten Pohuwato juga berupaya mencari solusi bagi para petani yang mengalami kendala dalam menggarap lahan persawahan.

Saipul mengatakan, pemerintah akan mendorong petani yang tidak dapat menanam padi di lahan sawahnya untuk memanfaatkan lahan tersebut dengan tanaman alternatif yang sesuai.

“Insyaallah kami mengajak para petani yang tidak bisa menanam di area sawahnya untuk menanam tanaman lain. Tetapi ada yang memang sudah terbiasa menanam padi sawah,” ungkapnya.

Pelantikan DPD TMI Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031 menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas peran TMI dalam menyerap dan mengawal aspirasi petani.

Dengan dorongan untuk membentuk kepengurusan hingga tingkat desa, TMI Pohuwato diharapkan mampu hadir lebih dekat dengan petani, menjadi penyambung aspirasi, serta membangun sinergi dengan pemerintah dalam mendukung program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

TMI Pohuwato kini ditantang untuk membuktikan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar struktur, melainkan kerja nyata di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman
Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato
Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan
Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!
PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:43

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:39

Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:10

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Berita Terbaru