BERCAK.ID, Pohuwato – Dinas Kesehatan Pohuwato membuat posko skrining untuk mencegah peningkatan kasus malaria.
Diketahui, sejak Senin 4 Desember 2023, Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato telah membuat posko skrining malaria (Deteksi penyakit) di wilayah Kecamatan Taluditi.
Posko ini di buat di Desa Punyak Jaya dan Desa Makarti yang merupakan wilayah paling terdekat dengan pintu masuk di 2 wilayah pertambangan Kecamatan Taluditi.
Dalam proses skrining yang dilakukan, telah di dapati 3 orang yang terdeteksi penyakit malaria dari 2 penambang dan 1 penebang kayu.
Staf Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, Lia Saud (36) mengatakan, posko skrining dilakukan untuk melakukan pencegahan fisik yang berkala bagi para penambang.
“Skrining sebagai pencegahan, tujuannya agar malaria ini tidak meningkat di Kabupaten Pohuwato,” tandasnya.
Rencananya lanjut Lia, Posko skrining deteksi penyakit malaria akan berlangsung 1 bulan sampai dengan akhir tahun 2023.
“Akan kami buat satu bulan lamanya, tapi jika kasus semakin bertambah akan kami buat sampai kasus malaria menurun,” ujarnya.
Sementara itu lanjut Lia, beruntungnya dalam aktivitas skrining yang dilakukan Dinas Kesehatan dibantu oleh Babinsa dan Kepolisian.
“Memang 1×24 jam posko skrining itu dibuka, kita pun dibantu oleh Aparat Penegak Hukum,” ucapnya.
Berikutnya ungkap lia selain di Kecamatan Taluditi ke depan Posko Skrining akan dibuka di beberapa titik yang terdampak malaria Dengilo, Buntulia, Duhiadaa dan Taluditi.
“Untuk awal kita buka dulu di Taluditi, setelahnya jika kasusnya bertambah di 4 titik itu, akan kita buka juga posko Skrining,” tuturnya.
Harapannya, agar penyakit malaria ini tidak menular di masyarakat bukan penambang dan akan menurun di Kabupaten Pohuwato, semua harus bekerja sama.
“Kami harus bekerja sama baik itu Pihak Desa dan unsur-unsur terkait lainnya, jika angka kasus malaria ini tidak meningkat dan menyebar di Kabupaten Pohuwato,” tutupnya.
(PIKO)








