Bercak.id, pohuwato – warga Desa Bulangita Kembali dihantui oleh luapan lumpur yang diduga kuat berasal dari aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut. genangan lumpur yang kian hari semakin parah kini merusak jalan utama, mengancam rumah warga, dan menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
Fenomena ini pertama kali mencuat setelah salah satu warga, melalui akun Facebook bernama Meada ey Chupin Ingo, menuliskan curahan hati yang menggambarkan penderitaan warga akibat dampak tambang ilegal itu.
Dalam unggahannya, Meey menulis:“Biar tidak ada ujan jalan so banjir lumpur, gara-gara tambang ilegal yang beken rusak jalan, dorang gali-gali mo kase bjln akan dorang punya hasil usaha tapi debo pake hati. Tolong kase bae akan jalan dan saluran air, soalnya lumpur so mengganggu skali pengguna jalan, dan somo bken cilaka kalau mo lewat akan. Blum lagi ujan-ujan so pasti rumah-rumah masyarakat yang terima depe imbas banjir lumpur. Baru tidak ada perhatian sama sekali, ut pemerintah dan aparat tolong di tindak lanjuti dulu ini tambang ilegal supaya tidak makin parah.” tulisnya.
Kondisi di Lapangan
Berdasarkan keterangan warga, jalan utama di Bulangita kini berubah menjadi kubangan lumpur setiap kali hujan turun. Lumpur tebal menutupi akses utama warga yang menghubungkan desa dengan pasar, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
Selain merusak jalan, genangan lumpur juga mulai masuk ke pekarangan rumah warga. Air bercampur lumpur yang turun dari arah tambang menimbulkan banjir kecil setiap kali hujan deras mengguyur.
Sumber Masalah: Tambang Ilegal
Dugaan kuat mengarah pada aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) yang beroperasi di area perbukitan sekitar desa. Para penambang disebut menggali tanah menggunakan alat berat dan mengalirkan air limbah langsung ke sungai kecil yang bermuara ke wilayah pemukiman.
Kegiatan ilegal ini bukan hanya merusak alam, tetapi juga mengancam keselamatan warga. Lumpur yang terus mengalir tanpa kendali berpotensi menyebabkan longsor dan banjir bandang jika hujan deras terus turun.
Warga Tuntut Pemerintah Bertindak
Masyarakat Bulangita kini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Mereka mendesak agar kegiatan tambang ilegal segera ditutup dan pelakunya ditindak tegas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret yang terlihat dari pihak pemerintah maupun kepolisian setempat. Kondisi jalan dan lingkungan warga masih memprihatinkan, sementara aktivitas tambang disebut masih berjalan seperti biasa.
Seruan Terakhir
Bagi warga Bulangita, lumpur bukan lagi sekadar masalah lingkungan. Ia telah menjadi simbol kemarahan rakyat terhadap pembiaran dan ketidakpedulian pemerintah.








