Bercak.Id, Pohuwato – Aliansi Masyarakat Bersama Penambang Daerah (AMBEPEDA) resmi menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar pada Kamis, 12 September 2025 mendatang.
Aksi ini disebut-sebut akan menjadi gelombang perlawanan keras masyarakat adat dan penambang, yang sudah muak dengan berbagai persoalan tambang yang tak kunjung mendapat keadilan.
Taufik Dunggio, yang ditunjuk sebagai Jenderal Lapangan, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan bentuk perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan.
“Ini akan menjadi aksi massa terbesar. Kami sudah menyebarkan selebaran ke masyarakat, berbicara langsung dengan tukang ojek, pedagang, hingga kabilasa. Banyak yang sudah menyatakan siap turun bersama,” tegas Taufik.
AMBEPEDA menegaskan, persoalan utama yang memicu ledakan kemarahan rakyat adalah hak masyarakat adat atas tambang yang semakin terkikis.
Isu Turunan yang Memanaskan Situasi
- Polemik pengalihan status Desa Hulawa
- Penciutan wilayah 100 hektare
- Permasalahan air bersih Desa Hulawa
- Jalan desa yang rusak parah
- Masalah ketenagakerjaan di perusahaan tambang
- Polsubsektor Buntulia yang dinilai tidak strategis
- Aliran dana CSR perusahaan yang tidak jelas dan tidak tepat peruntukannya
mereka terus diabaikan, aksi 12 September akan menjadi yang terbesar di Pohuwato. Massa disebut siap menutup jalan, menduduki titik-titik vital, bahkan melumpuhkan aktivitas perusahaan tambang.








