Bercak.Id, Pohuwato — Aktivis Provinsi Gorontalo, Isjayanto H. Doda, melayangkan peringatan keras kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) agar segera turun tangan menyikapi persoalan Electrostatic Precipitator (ESP) di PLTU Anggrek yang diduga tidak berfungsi optimal.
Menurut Isjayanto, limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari pembakaran batu bara mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
“Jika ESP PLTU Anggrek saat ini tidak bisa berfungsi dengan baik, maka polusi udara dari FABA akan bebas terhirup masyarakat. Ini sangat berbahaya jika masuk ke paru-paru,” tegasnya.
Ia mengungkap ancaman serius yang membayangi warga sekitar apabila krisis ini dibiarkan berlarut.
“Menghirup FABA dapat memicu gangguan pernapasan dan dampak kesehatan jangka panjang. Pemerintah harus bertindak konkret untuk menjaga keselamatan rakyat,” jelasnya lagi.
Isjayanto mendesak Pemda Gorut agar tidak berlindung di balik dalih kewenangan dan justru mengabaikan tugas utama melindungi masyarakat.
“Kalau tidak mampu dari sisi kewenangan, cari solusi lain. Jangan hanya pasrah! Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi — Salus Populi Suprema Lex Esto,” tegasnya.
Ia bahkan menilai jika tak ada tindakan nyata dari pemerintah daerah, maka patut diduga mereka tak berpihak pada keselamatan publik.
“Bupati, OPD hingga Forkopimda harus turun langsung ke lapangan. Jangan tunggu ada korban. Polusi udara ini ancamannya nyata dan semakin brutal jika dibiarkan,” tandas Isjayanto.








