Oleh: Agung Puluhulawa
Bercak.id-Gorontalo – Aktivitas yang diduga Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat excavator di wilayah Taluditi, Kabupaten Pohuwato, tidak boleh dibiarkan menjadi ruang gelap yang hanya diketahui oleh segelintir orang.
Lebih serius lagi ketika muncul informasi mengenai dugaan adanya uang pengamanan atau “atensi” dari setiap unit excavator yang beroperasi di wilayah tersebut, dan nama oknum yang disebut sebagai Gevi, yang dikaitkan dengan unsur intel Kodam Palu, ikut mencuat dalam informasi tersebut.
Saya tegaskan, informasi ini harus dibuka secara terang.
Jika benar ada pihak yang mengumpulkan uang pengamanan dari aktivitas yang diduga PETI, maka pertanyaannya sederhana: uang itu untuk siapa, dikumpulkan atas dasar apa, dan siapa yang memberikan kewenangan?
Jangan sampai aktivitas pertambangan yang diduga ilegal justru berjalan karena merasa memiliki perlindungan dari pihak-pihak tertentu.
Lebih berbahaya lagi apabila ada oknum yang menggunakan nama, jabatan, institusi, atau kedekatan dengan aparat untuk menciptakan rasa aman bagi aktivitas yang seharusnya diperiksa dan ditertibkan.
Seragam dan institusi bukan tameng untuk membungkam pertanyaan publik.
Saya tidak sedang menghakimi Gevi. Saya justru menuntut agar informasi yang menyebut namanya tersebut segera diklarifikasi secara terbuka. Jika tuduhan itu tidak benar, bantah secara terang. Jika ada fakta lain, sampaikan kepada publik. Jangan biarkan ruang kosong informasi diisi oleh dugaan dan spekulasi.
Namun apabila nantinya ditemukan bukti bahwa memang terdapat praktik pengumpulan “atensi” dari aktivitas PETI, maka persoalannya bukan lagi sekadar aktivitas pertambangan ilegal.
Ini menyangkut dugaan adanya jaringan yang memungkinkan aktivitas tersebut terus berjalan.
Aparat penegak hukum harus berani mengusut bukan hanya siapa yang bekerja di lapangan, tetapi juga siapa yang mengendalikan, siapa yang menerima keuntungan, siapa yang memberikan perlindungan, dan siapa yang selama ini membiarkan aktivitas tersebut berlangsung.
Jangan hanya berani mengejar pekerja di lubang tambang, sementara pihak yang diduga berada di balik aliran uang justru tidak tersentuh.
Taluditi bukan wilayah tanpa hukum
Kalau memang tidak ada “atensi”, buktikan bahwa tidak ada.
Kalau memang ada, bongkar sampai ke akar-akarnya.
Kami meminta aparat penegak hukum dan institusi terkait tidak alergi terhadap informasi publik. Periksa dugaan tersebut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti.
Sebab yang harus dilindungi adalah hukum dan kepentingan masyarakat, bukan aktivitas yang diduga ilegal dan bukan pula siapa pun yang berada di baliknya.








