Agung Puluhulawa: Jika Benar Ada “Atensi” Peti, Jangan Ada Yang Bermain Di Balik Seragam Dan Kekuasaan

Minggu, 4 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Gorontalo, Agung Puluhulawa. Foto: Istw

Aktivis Gorontalo, Agung Puluhulawa. Foto: Istw

Oleh: Agung Puluhulawa

Bercak.id-Gorontalo – Aktivitas yang diduga Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat excavator di wilayah Taluditi, Kabupaten Pohuwato, tidak boleh dibiarkan menjadi ruang gelap yang hanya diketahui oleh segelintir orang.

Lebih serius lagi ketika muncul informasi mengenai dugaan adanya uang pengamanan atau “atensi” dari setiap unit excavator yang beroperasi di wilayah tersebut, dan nama oknum yang disebut sebagai Gevi, yang dikaitkan dengan unsur intel Kodam Palu, ikut mencuat dalam informasi tersebut.

Saya tegaskan, informasi ini harus dibuka secara terang.

Jika benar ada pihak yang mengumpulkan uang pengamanan dari aktivitas yang diduga PETI, maka pertanyaannya sederhana: uang itu untuk siapa, dikumpulkan atas dasar apa, dan siapa yang memberikan kewenangan?

Jangan sampai aktivitas pertambangan yang diduga ilegal justru berjalan karena merasa memiliki perlindungan dari pihak-pihak tertentu.

Lebih berbahaya lagi apabila ada oknum yang menggunakan nama, jabatan, institusi, atau kedekatan dengan aparat untuk menciptakan rasa aman bagi aktivitas yang seharusnya diperiksa dan ditertibkan.

Seragam dan institusi bukan tameng untuk membungkam pertanyaan publik.

Saya tidak sedang menghakimi Gevi. Saya justru menuntut agar informasi yang menyebut namanya tersebut segera diklarifikasi secara terbuka. Jika tuduhan itu tidak benar, bantah secara terang. Jika ada fakta lain, sampaikan kepada publik. Jangan biarkan ruang kosong informasi diisi oleh dugaan dan spekulasi.

Namun apabila nantinya ditemukan bukti bahwa memang terdapat praktik pengumpulan “atensi” dari aktivitas PETI, maka persoalannya bukan lagi sekadar aktivitas pertambangan ilegal.

Ini menyangkut dugaan adanya jaringan yang memungkinkan aktivitas tersebut terus berjalan.

Aparat penegak hukum harus berani mengusut bukan hanya siapa yang bekerja di lapangan, tetapi juga siapa yang mengendalikan, siapa yang menerima keuntungan, siapa yang memberikan perlindungan, dan siapa yang selama ini membiarkan aktivitas tersebut berlangsung.

Jangan hanya berani mengejar pekerja di lubang tambang, sementara pihak yang diduga berada di balik aliran uang justru tidak tersentuh.

Taluditi bukan wilayah tanpa hukum

Kalau memang tidak ada “atensi”, buktikan bahwa tidak ada.

Kalau memang ada, bongkar sampai ke akar-akarnya.

Kami meminta aparat penegak hukum dan institusi terkait tidak alergi terhadap informasi publik. Periksa dugaan tersebut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti.

Sebab yang harus dilindungi adalah hukum dan kepentingan masyarakat, bukan aktivitas yang diduga ilegal dan bukan pula siapa pun yang berada di baliknya.

Berita Terkait

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman
Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato
Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan
Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!
PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:43

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:39

Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:10

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Berita Terbaru