Bercak.id – Pohuwato. Aliran sungai yang melintasi saluran Desa Palopo, Kecamatan Marisa, berubah menjadi keruh dan penuh lumpur. Kondisi ini diduga kuat merupakan imbas dari aktivitas tambang ilegal di Desa Bulangita dan Teratai yang masih terus berlangsung tanpa pengawasan tegas.
Dalam pantauan langsung tim Bercak.id pada Jumat (14/11/2025), air yang biasanya jernih kini tampak coklat pekat dan meninggalkan endapan lumpur di badan saluran. Situasi tersebut bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan keberlangsungan sumber air bersih lokal.
Kepala Desa Palopo saat dikonfirmasi membenarkan bahwa lumpur tersebut berasal dari aktivitas pertambangan di wilayah Bulangita dan Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
“Biasa yang dari Bulangita–Teratai itu. Saya sudah hubungi dorang untuk segera normalisasi saluran itu. InsyaAllah akan dikerjakan normalisasi,” ujarnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa aktivitas tambang diduga berjalan tanpa pengendalian yang layak, dan dampaknya agar tidak dirasakan langsung masyarakat di hilir.
Diharapkan Pemerintah daerah tidak hanya menunggu proses normalisasi, tetapi juga mengambil langkah tegas terhadap aktivitas tambang yang merusak tersebut sebelum bencana ekologis semakin parah.








