Sopir Keluhkan Dugaan Pungli Oknum Polisi Lintas Parigi Moutong-Gorontalo

Sabtu, 3 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pos jaga yang diduga kerap melakukan praktik berupa Pungli kepada para sopir yang melintas, Jumat (2/5/2025). (Foto:Ist/kolase-Bercak.id)

Pos jaga yang diduga kerap melakukan praktik berupa Pungli kepada para sopir yang melintas, Jumat (2/5/2025). (Foto:Ist/kolase-Bercak.id)

 

BERCAK.ID – Praktik pungutan liar (pungli) diduga terjadi di pos penjagaan perbatasan lintas Parigi Moutong–Gorontalo. Sejumlah sopir ekspedisi dan kendaraan rental mengaku kerap dimintai uang oleh oknum aparat yang berjaga, dengan nominal berkisar antara Rp5.000 hingga Rp50.000 setiap kali melintas.

Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu sopir pikap kepada awak media, Jumat (2/2/2025). Ia menyebut praktik pungli sudah berlangsung lama dan menjadi semacam “patokan” tidak tertulis.

“Iya Pak, kami para sopir mulai risih karena dia selalu minta uang—sebesar Rp5 ribu untuk taksi, dan Rp30 ribu hingga Rp50 ribu untuk mobil ekspedisi. Itu sudah jadi patokan setiap kali kami melintasi perbatasan,” jelasnya.

Sopir lain turut menambahkan, pungutan itu bervariasi tergantung jenis kendaraan dan jumlah penumpang. Mobil rental dikenai tarif Rp30–50 ribu, truk Rp10 ribu, dan mobil ekspedisi Rp20 ribu.

“Kami takut melapor karena khawatir akan dipersulit saat melintas. Apalagi pendapatan kami pas-pasan. Kadang kami nombok ke pemilik rental karena penghasilan tidak cukup. Bayangkan saja, kalau setiap mobil Rp5 ribu dan ada 100 mobil per hari, berapa banyak uang yang bisa terkumpul,” ungkapnya.

Menanggapi laporan ini, Aipda Hamka, perwira yang disebut bertanggung jawab atas pos penjagaan lalu lintas di wilayah tersebut, membantah adanya praktik pungli.

“Itu tidak ada, Pak. Tapi kalau memang benar terjadi, saya akan tanyakan langsung ke anggota yang berjaga di sana,” ujarnya singkat.

Namun, hasil investigasi lapangan tim media justru menemukan indikasi kuat bahwa praktik tersebut benar terjadi. Bukti berupa rekaman video, foto, dan testimoni beberapa sopir telah dikantongi untuk memperkuat laporan.

Fenomena ini mengungkap adanya dugaan praktik pungli yang terus berlangsung di ruas Jalan Trans Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dugaan tersebut kini menjadi sorotan publik dan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. (**)

Berita Terkait

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman
Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato
Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan
Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!
PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:43

Pani Gold Mine Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan di Hulawa, Api Sempat Ancam Permukiman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:39

Pani Gold Mine dan PDAM Keruk Sedimentasi Intake Air Terang, Jaga Pasokan Air Bersih Warga Pohuwato

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:10

Hutan Bugu Diduga Dikapling untuk PETI, 24 Nama Dilaporkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Wilayah Bugu Diduga Diserobot, Warga Puncak Jaya Tantang Pemerintah Bertindak!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Berita Terbaru