Tim Peneliti UNG Klarifikasi Studi Mikroplastik di Torosiaje Jaya, Tegaskan Tidak Merugikan Nelayan

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Foto: Istimewa

Tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Foto: Istimewa

Bercak.Id, Pohuwato – Tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan bahwa penelitian awal mengenai keberadaan mikroplastik pada ikan di wilayah Torosiaje Jaya dan perairan Teluk Tomini bertujuan untuk mengantisipasi dampak sampah pesisir, bukan untuk merugikan masyarakat nelayan.

Penegasan ini disampaikan menyusul adanya kesalahpahaman akibat pemberitaan sebagian media yang tidak mengutip hasil penelitian secara utuh. Studi tersebut telah dipublikasikan dalam Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries edisi Januari 2026 oleh tim peneliti yang terdiri atas Syam S. Kumaji, Dewi Wahyuni K. Baderan, Hasim, Zuliyanto Zakaria, Djuna Lamondo, dan Femy Mahmud Saha

Peneliti utama, Syam S. Kumaji, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Torosiaje Jaya atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pemberitaan tersebut. Ia menegaskan bahwa penelitian ini merupakan langkah ilmiah awal untuk menarik perhatian pemerintah pusat dan daerah agar pengelolaan sampah di kawasan pesisir, khususnya Torosiaje, dapat ditangani secara serius dan berkelanjutan.

“Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola distribusi ikan yang kemungkinan terpapar mikroplastik, bukan untuk menyimpulkan kondisi keseluruhan ikan di Teluk Tomini,” jelas Syam.

Syam menjelaskan bahwa penelitian tersebut hanya melibatkan 12 spesies ikan dengan total 15 individu yang diambil dari tiga titik pengambilan sampel, yakni wilayah pulau, perairan pemukiman, serta area tambatan perahu. Jumlah sampel yang terbatas tersebut merupakan bagian dari pendekatan studi pendahuluan.

Lebih lanjut, Syam menegaskan bahwa bagian ikan yang diuji di laboratorium hanyalah saluran pencernaan, bukan daging ikan.
“Saluran cerna merupakan bagian yang biasanya dibuang saat ikan dibersihkan sebelum dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penelitian ini tidak berhubungan dengan kualitas daging ikan yang dikonsumsi masyarakat, sehingga tidak berdampak pada kesehatan konsumen maupun mata pencaharian nelayan Torosiaje. Penelitian lanjutan dengan cakupan sampel yang lebih besar akan segera dilakukan untuk memperdalam hasil awal tersebut.

Selain melakukan riset ilmiah, tim UNG saat ini juga mulai merancang langkah mitigasi pengelolaan sampah pesisir sebagai tindak lanjut dari temuan awal.

“Kami berharap model pengelolaan yang dikembangkan bisa menjadi contoh efektif, bukan hanya untuk Torosiaje, tetapi juga bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia, bahkan dunia,” pungkas Syam.

Dengan adanya klarifikasi ini, tim peneliti UNG berharap masyarakat dapat memahami tujuan sebenarnya dari penelitian dan terus mendukung upaya akademik dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

Berita Terkait

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat
Pesan Sabu dari Makassar via Instagram, Dua Pria Diamankan di Pohuwato
Judi Berkedok Ketangkasan Diduga Beroperasi di Hoya-Hoya Boalemo
Copot Dirkrimsus Maruly Pardede atau Tangkap AD, Jangan Gantung Perkara Tanpa Kepastian Hukum
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:59

KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:48

Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:40

2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:33

Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat

Berita Terbaru