Bercak.Id,Pohuwato – Polemik layanan pengiriman kembali mencuat di Kabupaten Pohuwato. Seorang konsumen jasa ekspedisi SPX Marisa, Arsyah, mempertanyakan transparansi sistem pelacakan paket setelah status pengirimannya berubah-ubah secara janggal tanpa konfirmasi dari pihak kurir.
Arsyah mengaku kecewa lantaran status paket miliknya tiba-tiba berubah menjadi “pengiriman ditunda: pembeli menjadwalkan ulang waktu pengiriman”, padahal dirinya merasa tidak pernah melakukan penjadwalan ulang ataupun menerima telepon dari kurir.
Hal itu bermula pada 21 April 2026 saat Arsyah melakukan pemesanan melalui platform Shopee dengan layanan pengiriman SPX Marisa. Setelah menunggu beberapa hari, pada 1 Mei 2026 pukul 06.16 WITA, sistem pelacakan menunjukkan kurir telah ditugaskan dan paket segera dikirim.
Tak lama kemudian, pukul 07.49 WITA, status kembali berubah menjadi “dalam proses pengantaran”. Arsyah pun menunggu paket tersebut tiba di hari yang sama.
Namun hingga malam hari paket tak kunjung datang. Yang membuatnya semakin geram, pada pukul 23.25 WITA status justru berubah menjadi “pengiriman ditunda: pembeli menjadwalkan ulang waktu pengiriman”.
“Maksudnya kapan saya menjadwalkan ulang? Tidak ada konfirmasi sama sekali, tiba-tiba status berubah seperti itu,” ujar Arsyah dengan nada kesal.
Tak berhenti di situ, beberapa menit kemudian tepat pukul 00.08 WITA, status paket kembali berubah menjadi “pesanan diproses di lokasi transit Kabupaten Pohuwato, Marisa”.
Perubahan status yang dinilai tidak sinkron itu memicu kekhawatiran Arsyah. Pasalnya, ia mengaku pernah mengalami kejadian serupa hingga paket akhirnya diretur tanpa pemberitahuan yang jelas.
Merasa ada kejanggalan, Arsyah mendatangi langsung kantor SPX di Marisa untuk meminta penjelasan. Seorang petugas perempuan di lokasi menyebut paket masih berada di transit dan status kemungkinan akan berubah lagi menjadi “dalam proses pengantaran”.
“Statusnya nanti akan berubah lagi menjadi dalam proses pengantaran,” kata petugas tersebut.
Meski telah mendapat penjelasan, Arsyah mengaku belum tenang. Ia khawatir paketnya kembali bermasalah atau bahkan diretur tanpa persetujuan dirinya sebagai penerima.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya transparansi layanan ekspedisi, khususnya terkait validitas perubahan status pengiriman yang berdampak langsung terhadap kepercayaan konsumen.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPX belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian informasi status pengiriman tersebut.








