BERCAK.ID– Sejumlah rumah warga di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato mulai digenangi air pada Kamis (01/05/2025) malam. Warga juga mengeluhkan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah tersebut.
Keluhan ini muncul dari Pandara Une, salah seorang warga yang rumahnya juga turut direndam air.
“Ini sudah dari kemarin, Rabu malam sekitar pukul 22.00 Wita ini airnya,” ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa keadaan itu bukanlah kali pertama terjadi, tetapi setiap wilayah ini diguyur hujan walau hanya gerimis, genangan air akan mulai terjadi.

Pandara juga telah melakukan upaya dengan melaporkan situasi ini kepada aparat Desa Popaya tapi belum juga diatasi.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa hal ini terjadi karena adanya aktivitas tambang ilegal (PETI) di sekitar kawasan tersebut.
Bahkan, katanya, para pelaku PETI telah berjanji untuk melakukan normalisasi sungai, tetapi tidak pernah direalisasikan.
Tak sampai di situ, fakta mencengangkan juga muncul dari pengakuan Pandara. Ia sempat menyebut oknum Aparat Penegak Hukum (APH) yang juga diduga terlibat dalam PETI di sekitar lokasi itu.
“Mereka sempat minta air dan meminta izin untuk menaruh mesin di situ. Tapi saya tidak izinkan dan sempat menegur mereka, dan saya akan lapor ke Polda jika memaksa,” ungkapnya.
Setelah teguran yang ia berikan itu, akhirnya para pelaku dan oknum aparat yang diduga terlibat itu belum kembali terlihat olehnya. (*)








