BERCAK.ID, Pohuwato – Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama APDESI menggelar coaching clinic optimalisasi penerapan sistem tata kelola keuangan desa untuk Tahun Anggaran 2024, Rabu (08/11/2023) bertempat di Hotel Grand Q Kota Gorontalo.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Ketua APDESI, Sirwan Mohi, Kepala Dinas PMD, Refli Basir, Pimpinan Cabang Bank Sulut-Go Wilayah Pohuwato, Hasan Hamid, seluruh Kepala Kecamatan dan perwakilan perangkat Desa di Pohuwato.
Dalam sambutannya, Ketua APDESI Pohuwato, Sirwan Mohi menyampaikan bahwa kegiatan Coaching Clinic ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada seluruh perangkat Desa tentang bagaimana menata dan mengelola keuangan dengan baik.
“Kegiatan coaching clinic juga diintegrasikan dengan dialog interaktif isu strategi pengelolaan keuangan desa,” ujarnya.

Menurut Sirwan, masih banyak orang-orang yang tidak paham dan mereferensikan bahwa tata kelola keuangan Desa sama seperti tata kelola daerah padahal sangat berbeda.
“Kami tidak ingin mereka terus terjebak dalam ketidakpemahaman. diketahui desa-desa saat ini telah berproses dari awal hingga sampai hari ini akibat korban dalam ketidakpemahaman bagaimana mekanisme dan penerapan sistem tata kelola keuangan desa,” tuturnya.
Oleh hal itu, Sirwan Mohi mengatakan dengan tegas bahwa pihaknya akan menunjukkan bagaimana tata kelola keuangan desa yang baik dan juga benar.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga Coaching Clinic Optimalisasi Tata Kelola Keuangan Desa yang diselenggarakan ini bertujuan untuk mensinergikan diantara para pemangku kepentingan di desa.
“Untuk itu saya menyampaikan terima kasih kepada APDESI Kabupaten Pohuwato yang telah menginisiasi kegiatan ini bersama Dinas PMD dan para narasumber/pemateri,” ucapnya.
Bupati Saipul berharap agar Dinas PMD dan desa saling bersinergi dalam pelaksanaan tugas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sinergitas antara Dinas PMD dan desa sebagai organisasi perangkat daerah yang membidangi urusan masyarakat dan desa dengan pemerintah desa diharapkan terbangun dengan baik, dengan memaksimalkan kegiatan pendampingan dan suvervisi agar program kegiatan di masing-masing desa terlaksana dan berkesesuaian dengan aturan serta perundang-undangan yang berlaku.

“Saya mengharapkan kepada peserta untuk dapat bersama-sama mengikuti kegiatan ini, karena merupakan salah satu kegiatan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas bapak/ibu kepala desa dan perangkat desa dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan di desa”,terang bupati.
Selanjutnya, Bupati Saipul berharap peran APIP atau Aparat Pengawas Internal Pemerintah agar menjadi mitra pemerintah desa yang bertugas melakukan pendampingan dan asistensi dalam segala hal tentang penyelenggaraan pemerintahan desa.
Pendekatan ini mengedepankan paradigma pengawasan yang bersifat menyelesaikan masalah dan mencegah terjadinya masalah. Dengan demikian kita berharap optimalisasi penyelenggaran pemerintahan desa dapat memberikan kepastian dan kenyamanan dalam bekerja karena adanya sinergitas yang saling terkait.
“Mari kita tetap menjaga hubungan yang harmonis dan kerja sama yang baik. Saya percaya jika kita mampu berkomunikasi yang baik maka resiko atau konflik di desa kemungkinannya tidak akan terjadi. untuk itu pahami peran dan kewenangan masing-masing dalam mengelola manajemen keuangan desa,” pungkasnya.
(PIKO)








