Mantan Lawyer Jadi Kalapas, Ini Sosoknya

Minggu, 3 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERCAK.ID, Kediri – Muhammad Hanafi memulai karirnya pertama kali dilingkungan kementerian Hukum dan HAM pada tahun 1998 di departemen kehakiman-kementerian yang membawahi lembaga pemasyarakatan waktu Orde Baru- membuka lowongan.

Segala tahapan seleksi diikuti hingga akhirnya diterima. Hal ini tergolong menarik. Karena dia menjadi satu-satunya pegawai lapas yang bukan berasal dari lulusan pendidikan di departemen tersebut.

Hanafi melakoni jabatan pertamanya sebagai sipir di rutan kabupaten sampang, Madura, Jawa Timur selama lima tahun. Lalu di pindah tugaskan di Kabupaten tuban selama 10 tahun, dalam lima tahun terakhir menjadi kepala seksi (kasi) hingga berujung pada kenaikan pangkat tempat tersebut.

Pria kelahiran Pamekasan itu lalu dirotasi jabatannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk pertama kalinya memimpin salah satu lapas di sana dengan masa jabatan selama delapan tahun.

Selang beberapa tahun kemudian Hanafi (55) kembali ke Jawa Timur tepatnya di kabupaten Bondowoso, hingga Mojokerto, lalu ke kota kelahirannya di kabupaten Pamekasan, hingga kembali ke NTT lagi selama enam bulan. Hingga akhirnya ditugaskan ke salah satu lapas di Kediri Jawa Timur.

Menurut Hanafi, dalam menjalani dan menghadapi tantangan sebagai petugas lapas, dibutuhkan sikap yang konsisten dan berani. Konsisten berarti saat mengambil kebijakan harus lurus dan siap dengan segala konsekuensinya.

” Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) adalah manusia yang tersesat. Dan masih punya kesempatan untuk bertobat. Karena pada prinsipnya, sejahat-jahatnya manusia kalau sudah disentuh hatinya pasti akan luluh.” Pungkas Hanafi di Kediri.

(PIKO)

Berita Terkait

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat
Pesan Sabu dari Makassar via Instagram, Dua Pria Diamankan di Pohuwato
Judi Berkedok Ketangkasan Diduga Beroperasi di Hoya-Hoya Boalemo
Copot Dirkrimsus Maruly Pardede atau Tangkap AD, Jangan Gantung Perkara Tanpa Kepastian Hukum
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:59

KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:48

Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:40

2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:33

Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat

Berita Terbaru