Ketua BPD Diduga Dalang Pembongkaran Jembatan: Warga Murka, Desa Bungkam?

Minggu, 5 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kondisi jembatan rusak Desa Torosiaje Laut, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato ( Dok: Istimewa/bercak.Id)

kondisi jembatan rusak Desa Torosiaje Laut, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato ( Dok: Istimewa/bercak.Id)

Bercak,Id, Pohuwato – Dugaan pembongkaran jembatan secara sepihak oleh aparat Desa Torosiaje Laut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Warga menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip pemerintahan yang sehat dan transparan, terutama dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan publik.

Menurut keterangan warga, pembongkaran jembatan dilakukan tanpa adanya pemberitahuan atau sosialisasi sebelumnya kepada masyarakat setempat. Padahal, jembatan yang dibongkar merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kerusakan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga dianggap sebagai bentuk pemborosan anggaran negara yang telah digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut.

Situasi semakin memicu spekulasi setelah Ketua BPD Torosiaje Laut belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pembongkaran itu. Media Bercak.id sebelumnya telah mencoba mengkonfirmasi pihak terkait pada Sabtu (4/10/2025), namun belum mendapatkan tanggapan apa pun hingga berita ini ditayangkan.

Masyarakat menyatakan bahwa mereka berhak mengetahui alasan di balik pembongkaran yang dinilai dilakukan secara sepihak. Ketidakjelasan informasi dari pihak desa memperkuat dugaan bahwa ada unsur kesengajaan dalam perusakan tersebut.

Salah satu warga, Safran Kasim, melalui unggahan video di akun Facebook pribadinya, memperlihatkan kondisi jembatan yang telah rusak parah. Dalam video tersebut, Safran menduga kuat bahwa tindakan tersebut melibatkan oknum aparat desa.

“Sengaja ini aparat desa bongkar masyarakat punya ini. Ketua BPD ini, dia bongkar jembatan masyarakat, sedangkan kalau tanpa persetujuan kepala desa tidak bisa,” ujar Safran dengan nada tinggi dalam video yang kini beredar luas di media sosial.

Safran juga menyayangkan tidak adanya pemberitahuan kepada masyarakat sebelum jembatan tersebut dibongkar. Ia menilai tindakan tersebut sebagai perusakan yang tidak etis dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Desa Torosiaje Laut maupun Ketua BPD terkait alasan pembongkaran jembatan. Redaksi Bercak.id tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait apabila merasa keberatan atas pemberitaan ini.

Berita Terkait

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat
Pesan Sabu dari Makassar via Instagram, Dua Pria Diamankan di Pohuwato
Judi Berkedok Ketangkasan Diduga Beroperasi di Hoya-Hoya Boalemo
Copot Dirkrimsus Maruly Pardede atau Tangkap AD, Jangan Gantung Perkara Tanpa Kepastian Hukum
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:59

KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:48

Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:40

2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:33

Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat

Berita Terbaru