BERCAK.ID – Ketua Umum DPP Garda Timur Indonesia (GTI) Sulawesi Utara, Lukman Alkatiri, menegaskan bahwa pihaknya memiliki kepentingan dalam menyuarakan dukungan terhadap TNI di tengah adanya isu yang dinilai dapat memisahkan institusi tersebut dari rakyat.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di depan Alfamart, Jalan Piere Tendean, Kelurahan Titiwungen Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado, yang diikuti oleh sekitar 90 peserta.
Menurut Lukman, keberadaan TNI tidak dapat dipisahkan dari rakyat karena sejarah mencatat bahwa TNI lahir dari rakyat dan mengabdi untuk kepentingan bangsa.
“Kenapa kami ada hari ini? Karena ada oknum yang ingin memisahkan TNI dari rakyat. GTI hadir untuk menyatakan sikap bahwa tentara tidak bisa dipisahkan dari rakyat. Institusi ini lahir dari rakyat dan tidak mungkin mengkhianati rakyatnya sendiri,” tegas Lukman.
Ia menekankan bahwa stabilitas nasional bergantung pada keberadaan TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan negara.
“Lihat saja, kita bisa tidur nyenyak karena ada tentara yang menjaga perbatasan. Indonesia memiliki ribuan pulau di antara banyak bangsa. Jika satu hari saja TNI ditarik ke barak, apakah negara ini tidak akan kacau? Penjahat bisa masuk dari berbagai arah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Lukman juga menegaskan bahwa dukungan terhadap TNI harus diperkuat, termasuk dalam aspek hukum, agar Indonesia memiliki pertahanan yang kuat dan disegani oleh negara lain.
“Kita seharusnya mendukung dan memperkuat payung hukumnya agar keamanan negara semakin kokoh. Justru yang harus kita desak adalah perampasan aset para koruptor dan memiskinkan mereka, karena merekalah yang selama ini merugikan negara, bukan hanya pemerintah tetapi juga masyarakat Indonesia,” tutupnya.








