Bercak.Id, Pohuwato — Dugaan keterlibatan anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Fraksi Nasdem, YL, dalamPertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, menjadi perhatian DPD Partai NasDem Kabupaten Pohuwato.
Ketua DPD Partai NasDem Pohuwato, Iwan Adam, mengatakan pihaknya akan menelusuri informasi tersebut dengan memanggil YL untuk memberikan klarifikasi.
Menurut Iwan, partai tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar. Klarifikasi diperlukan untuk memastikan sejauh mana kebenaran dugaan tersebut.
“Kita akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Kita ingin mengetahui langsung bagaimana sebenarnya persoalan ini,” ujar Iwan, Senin (17/8/2026).
Ia menegaskan, apabila dari hasil klarifikasi dan penelusuran ditemukan bukti bahwa yang bersangkutan memang terlibat dalam aktivitas PETI, DPD NasDem Pohuwato akan mengambil tindakan sesuai mekanisme dan aturan internal partai.
“Kalau terbukti, tentu kita akan tindaki sesuai aturan partai,” tegas Iwan.
Iwan juga mengingatkan seluruh kader NasDem, khususnya anggota legislatif, agar menjaga kepercayaan masyarakat dan tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.
Dugaan Keterlibatan Muncul di Tengah Tragedi PETI DAM
Sebelumnya, tragedi longsor di kawasan PETI DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, menimbulkan sejumlah korban jiwa.
Informasi yang dihimpun, menyebut jumlah orang yang berada di lokasi saat longsor diduga mencapai sekitar 30 orang. Namun, angka tersebut masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
lokasi tersebut diduga ada kaitanya dengan kepemilikan salah satu anggota DPRD Pohuwato berinisial YL.
Sementara itu, YL membantah bahwa lokasi yang mengalami longsor merupakan miliknya.
Ia mengakui memiliki lokasi di kawasan DAM, namun menyebut titik longsor berada di lokasi lain.
“Peristiwa itu bukan di lokasi saya. Itu di lokasi Firman. Dari lokasi saya masih ada lokasi Kusno, baru itu saya punya,” ujar Yusuf Lawani, kepada awak media.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu hal yang akan ditelusuri DPD NasDem Pohuwato melalui proses klarifikasi internal.
Lima Korban Meninggal Dunia
Dalam tragedi longsor tersebut, tercatat lima korban meninggal dunia yang dikaitkan dengan aktivitas tambang di kawasan DAM.
Empat korban diketahui merupakan warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, yakni:
1. Pandra Djalilu (27) — Dusun Beringin, Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu.
2. Miman Ibura (23) — Dusun Beringin, Desa Bendungan.
3. Sandi Bilondatu (23) — Dusun Beringin, Desa Bendungan, berstatus mahasiswa.
4. Piki Larama (26) — Dusun Beringin, Desa Bendungan.
5. Andi Otoluwa — Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman.








