Diduga Milik Hj. Suci, Alat Berat Terlibat PETI di Pohuwato Jadi Sorotan Publik

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah excavator milik Hj. Suci yang terparkir (Foto: Istimewa)

Sejumlah excavator milik Hj. Suci yang terparkir (Foto: Istimewa)

BERCAK.ID – Upaya penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, tampaknya belum sepenuhnya membuahkan hasil.

Diketahui, walau operasi di sejumlah titik seperti Bulangita dan Balayo telah dihentikan, kemunculan puluhan alat berat di lokasi berbeda justru memunculkan dugaan baru yang mencemaskan.

Pada Minggu (5/4/2025) kemarin, tim Bercak.id mewawancarai sejumlah warga yang mengungkapkan dugaan kepemilikan alat berat yang sebelumnya beroperasi di lokasi PETI.

Salah satu warga menyebut nama Hj. Suci sebagai pemilik alat berat yang disewakan untuk kegiatan pertambangan ilegal.

“Itu alat berat dia kontrak dan dipakai di beberapa wilayah PETI di Pohuwato, kalau tidak salah, Hj. Suci punya itu,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Hasil pantauan di lapangan memperlihatkan sekitar 25 unit excavator terparkir di sekitar jembatan Hulude Bunggu, Kecamatan Marisa.

Keberadaan alat-alat ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat aktivitas PETI yang telah lama merusak lingkungan justru terus didukung dengan kehadiran alat berat.

Nama Hj. Suci yang muncul dalam temuan ini menambah sorotan publik. Bukan hanya karena dugaan keterlibatannya dalam praktik ilegal, tetapi juga karena status sosialnya.

Dirinya dikenal sebagai tokoh masyarakat dan telah menyandang gelar haji, sebuah predikat religius yang selayaknya membawa tanggung jawab moral.

Ironi ini menjadi catatan penting dalam penegakan hukum terhadap PETI. Seorang yang semestinya menjadi panutan justru disebut-sebut terlibat dalam aktivitas yang mencederai etika, merusak lingkungan, dan mengabaikan prinsip keberlanjutan.

Situasi ini memunculkan desakan kepada aparat penegak hukum untuk tidak hanya fokus pada penutupan lokasi tambang, tetapi juga mengusut tuntas jaringan di balik praktik PETI, termasuk para penyedia alat berat dan pihak yang diduga menjadi aktor utamanya.

Penegakan hukum yang adil dan menyeluruh menjadi harapan besar masyarakat. Tidak hanya untuk menyelamatkan lingkungan Pohuwato dari kerusakan lebih lanjut, tetapi juga untuk menegaskan bahwa hukum berlaku bagi siapa pun tanpa pandang status.

Berita Terkait

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat
KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!
Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa
2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI
Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat
Pesan Sabu dari Makassar via Instagram, Dua Pria Diamankan di Pohuwato
Judi Berkedok Ketangkasan Diduga Beroperasi di Hoya-Hoya Boalemo
Copot Dirkrimsus Maruly Pardede atau Tangkap AD, Jangan Gantung Perkara Tanpa Kepastian Hukum
Berita ini 159 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49

PETI Bugu-Taluditi DiDuga Kebal Hukum! Alat Berat Terus Beroperasi, Nama Oknum Brimob Mencuat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:59

KETIKA ASPIRASI DI BALAS REPRESIF: MAHASISWA BUKAN MUSUH NEGARA!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:48

Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Pohuwato Perkuat Pembinaan Karakter Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:40

2.450 Liter Solar Bersubsidi Diamankan Satreskrim Polres Pohuwato, Diduga Untuk PETI

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:33

Dijual di Atas Harga Normal, 91 Liter BBM Bersubsidi Disikat Aparat

Berita Terbaru