Bercak.id, Pohuwato — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Marisa, Kabupaten Pohuwato Normal. Pihak SPBU menyebut pengiriman BBM masih berlangsung rutin, dengan pasokan solar mencapai 8 kiloliter atau 8.000 liter per hari.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak SPBU, harga BBM yang dijual di SPBU Marisa bervariasi, yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, dan solar Rp6.800 per liter.
Manager SPBU Marisa, Maman, mengatakan pengiriman Pertalite dan solar dilakukan setiap hari. Sementara itu, pemesanan Pertamax dan Dexlite dilakukan ketika stok kedua produk tersebut mulai menipis.
“Setiap hari ada pengiriman untuk produk Pertalite dan solar. Untuk Pertamax dan Dexlite, kalau stok di SPBU sudah mau habis, kami pesan dan besoknya langsung dikirim lagi,” kata Maman.
Khusus solar, ia menyebut pengiriman mencapai 8 KL per hari. Menurutnya, distribusi BBM di SPBU Marisa sejauh ini masih berjalan normal.
“Pengiriman tiap hari normal,” ujarnya.
Pihak Pertamina juga menegaskan bahwa tidak terjadi kelangkaan BBM. Meski demikian, kondisi ketersediaan setiap jenis BBM tetap bergantung pada stok dan kebutuhan penyaluran di lapangan.
Selain persoalan pasokan, Maman turut menegaskan pentingnya kepatuhan operator terhadap ketentuan pembelian BBM bersubsidi, khususnya penggunaan barcode atau kode QR.
Ia mengatakan operator yang kedapatan melayani pembelian tanpa barcode sesuai ketentuan akan dikenai sanksi tegas.
“Operator akan kita sanksi tegas,”tegasnya.
Maman juga menjelaskan bahwa barcode untuk pembelian Pertalite dan solar memiliki peruntukan masing-masing. Barcode solar tidak dapat digunakan untuk membeli Pertalite, begitu pula sebaliknya.








