Bercak.Id,Pohuwato – Perusahaan PT Loka Indah Lestari (LIL) bekerja sama dengan Desa Dambalo menggelar pelatihan pemanfaatan limbah kelapa dan limbah jagung sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi lokal melalui sektor UMKM, Selama 6 hari, di mulai 29 Mei hingga 3 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari tersebut dihadiri Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam, anggota DPRD Pohuwato Rizal Pasukan dan Yuliyani Rumanpuk, pemerintah desa, pihak perusahaan PT LIL, serta masyarakat sekitar.
Pelatihan menghadirkan instruktur Slamet Triamanto dari Syarina Production, Kabupaten Semarang, yang membimbing masyarakat mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.
Area Manager Perusahaan,Bije sitorus mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, selama ini limbah seperti kulit jagung dan sabut kelapa hanya dibakar dan belum memiliki nilai ekonomi. Dari pengamatan tersebut, perusahaan kemudian berkoordinasi dengan tim kreatif dari Syarina Production untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat.
“Ini salah satu program CSR perusahaan untuk pemberdayaan masyarakat. Kami ingin perusahaan hadir membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selama ini limbah jagung dan sabut kelapa hanya dibakar, padahal bisa memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perusahaan perkebunan sawit memang telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, namun tidak semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja di perusahaan. Karena itu, program pelatihan ini diharapkan menjadi peluang tambahan pendapatan masyarakat di luar sektor plasma sawit.
Sitoris berharap pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten dapat mendukung keberlanjutan program tersebut agar tidak berhenti sebatas seremoni.
“Yang paling penting adalah konsistensi kegiatan ini. Jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar bisa menambah pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan limbah yang ada,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat serius mengikuti pelatihan karena dinilai menjadi program pertama di Kabupaten Pohuwato yang fokus pada pemanfaatan limbah jagung dan kelapa menjadi produk bernilai jual.
“Peralatan pelatihan ini akan kami tinggalkan untuk masyarakat. Kami juga akan terus memantau perkembangannya dan berharap program ini berhasil sehingga bisa dikembangkan ke desa-desa lain,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kepedulian perusahaan terhadap masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi.
“Saya sangat berterima kasih kepada perusahaan yang begitu peduli terhadap masyarakat. Saat kami diundang Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam pembahasan pansus sawit bersama KPK, pengelolaan sawit terbaik di Provinsi Gorontalo ada di Pohuwato, dan itu menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini beberapa koperasi di Pohuwato telah menerima plasma sawit, yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.








