Bercak.Id, Pohuwato – Suasana di Desa Torosiaje laut, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, mendadak memanas setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan kondisi jembatan desa rusak parah. Dalam rekaman yang diunggah oleh warga melalui Facebook itu, tampak jelas bagian jembatan kayu yang menjadi akses utama masyarakat telah hancur berkeping-keping.
Bagi warga setempat, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antar wilayah, tetapi juga urat nadi kehidupan mereka, akses utama untuk kegiatan ekonomi, sekolah anak-anak, hingga mobilitas harian masyarakat pesisir.
Namun yang membuat warga semakin geram adalah dugaan kuat bahwa kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh faktor alam, melainkan ulah manusia. Salah satu warga yang juga aktif di media sosial, Safran Kasim, mengaku kecewa atas kejadian ini.
“ sengaja ini aparat desa bongkar masyarakat punya ini. Ketua BPD ini, dia bongkar jembatan masyarakat, sedangkan kalau tanpa persetujuan kepala desa tidak bisa,” ujar Safran dengan nada tinggi dalam video yang kini beredar luas di dunia maya.
Safran menegaskan bahwa pembongkaran jembatan tanpa sepengetahuan warga maupun musyawarah desa adalah tindakan yang tidak pantas dilakukan, apalagi jika melibatkan unsur aparat desa. Ia menilai bahwa fasilitas publik seperti jembatan merupakan aset bersama yang dibangun dengan semangat gotong royong masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pemerintah desa maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Torosiaje Jaya terkait dugaan pembongkaran jembatan tersebut.








