Bercak.Id, Pohuwato – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Gorontalo memasuki fase evaluasi ketat. Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan dan standar dapur.
Kebijakan ini merujuk pada Surat Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG 2026, yang menekankan pentingnya standar tinggi dalam penyediaan makanan bagi masyarakat.
Dikutip dari media SPPG Gorontalo, Kepala Regional BGN Provinsi Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, menegaskan bahwa penghentian sementara ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga kualitas dan integritas program.
“Seluruh proses penyediaan makanan dalam Program MBG harus memenuhi standar yang lebih tinggi, baik dari sisi kebersihan, keamanan pangan, maupun kelayakan fasilitas dapur,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Langkah penghentian ini didasarkan pada hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan dalam beberapa pekan terakhir. Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan sejumlah aspek yang masih perlu dibenahi, mulai dari fasilitas dapur, sistem pengolahan makanan, hingga penerapan standar operasional prosedur yang belum optimal.
Selain itu, laporan dari para kepala SPPG juga mengindikasikan adanya kebutuhan peningkatan di berbagai lini, terutama dalam hal kesiapan sarana dan prasarana pendukung layanan.
BGN menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar penghentian layanan, melainkan langkah korektif dan preventif. Tujuannya untuk memastikan seluruh unit pelayanan benar-benar siap memberikan makanan yang aman, higienis, dan berkualitas kepada para penerima manfaat.
Selama masa penghentian, proses evaluasi dan pembenahan akan dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari pembinaan teknis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyesuaian fasilitas sesuai standar nasional yang berlaku.
“Ini adalah langkah tegas dan terukur dalam menjaga akuntabilitas program pemerintah,” tegas pihak BGN.
Ke depan, BGN bersama para pemangku kepentingan akan terus memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal serta memberikan dampak nyata dalam peningkatan status gizi dan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Gorontalo.








